Realisasi Pendapatan dan Belanja Kabupaten Magetan s.d. 30 April 2026

Berdasarkan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Magetan hingga 30 April 2026, realisasi belanja daerah mencapai 28,38% (Rp505,15 miliar) dari total pagu anggaran sebesar Rp1,77 triliun, yang memicu deviasi target keuangan yang cukup besar yaitu 30,61%.
1. Realisasi Pendapatan Daerah
Realisasi pendapatan Kabupaten Magetan adalah sebesar Rp633,64 miliar (37,29% dari target Rp1,69 triliun).
– Pendapatan Asli Daerah (PAD): Terealisasi sebesar Rp107,05 miliar atau 30,70%. Angka ini menunjukkan bahwa kemandirian fiskal daerah masih perlu digenjot di awal tahun.
– Pendapatan Transfer: Realisasi Rp526,59 miliar atau 38,99%. Hal ini mengindikasikan kas daerah masih sangat bergantung pada dana transfer dari Pemerintah Pusat/Provinsi.
2. Penyerapan Anggaran Belanja.
Total belanja yang sudah digelontorkan adalah Rp505,15 miIiar (28,38%).
Komposisinya adalah sebagai berikut:
– Belanja Operasional sudah terserap (29,68%).
– Belanja Pegawai sudah terserap 35,75% (Rp305,33 miliar).
– Belanja Barang dan Jasa terserap 22,43% (Rp117,59 miliar).
– Belanja Bantuan Sosial mencatat persentase tertinggi sebesar 41,80% (Rp1,68 miliar).
– Belanja Modal (3,45%).
– Belanja Pengadaan e-Katalog (1,66%). Penggunaan e-katalog masih sangat rendah, baru menyerap Rp9,06 miliar dari pagu belanja pengadaan sebesar Rp545,12 miliar.
3. Deviasi Target Kinerja (Keuangan vs Fisik).
Tabel menunjukkan adanya kesenjangan (deviasi) yang signifikan antara target yang direncanakan dengan realisasi di lapangan.
– Per April 2026 Target Keuangan 40,90% dan realisasi 28,38%, deviasi menunjukkan angka 30,61% yang berada di zona merah (Deviasi > 25%). Arti dari angka deviasi tersebut adalah target keuangan meleset. Pemerintah daerah awalnya menargetkan serapan uang sebesar 40,90% di bulan April, namun realisasinya di angka 28,38%.
– Sedangkan untuk Target Fisik 35,67% dan realisasinya sebesar 26,69%, deviasi menunjukkan angka 25,18% yang berada di zona merah (Deviasi > 25%).
Deviasi target kinerja fisik yang lebih kecil dibandingkan dengan kinerja keuangan mengindikasikan bahwa pelaksanaan kegiatan sedikit lebih cepat daripada proses pencairan atau pembayaran uangnya dari kas daerah.
Langkah strategis yang perlu ditempuh diantaranya adalah mempercepat proses lelang paket belanja modal dan meningkatkan transaksi melalui e-katalog. Langkah ini penting agar deviasi fisik dan keuangan bisa ditekan masuk ke zona hijau (di bawah 5,00%) pada bulan-bulan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SURVEY SKM :
MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN
Profil Pengadaan Barang/Jasa